Zaman Paleolitikum
![]() |
| zaman paleolithikum |
Masa pra aksara, atau bisa disebut masa prasejarah, dan masa atau kehidupanketika manusia belum mengenal tulisan. Manusia yang hidup pada jaman ini disebut manusia purba. Peninggalan mereka berupa fosil, tumbuhan, dll. Zaman ini berlangsung sampai abad ke-3 Masehi. Abad ke-4, manusia telah mengenal tulisan. Zaman paleolitikum atau zaman batu tua berlangsung kira kira pada masa pleistosen awal, sekitar 600.000 tahun yang lalu.
dilihat dari alat alat yang mereka punya atau buat, diperkirakan di masa itu manusia memenuhi kebutuhannya dengan cara berburu secara berkelompok terus meracik makanan dengan sederhana.
Manusia purba zaman paleolitikum
Bukti kalau adanya zaman ini yaitu ditemuin fosil fosil manusia purba yang diperkirakan umurnya lebih dari 1 juta tahun yang lalu, seperti :
7. Teknologi
dilihat dari alat alat yang mereka punya atau buat, diperkirakan di masa itu manusia memenuhi kebutuhannya dengan cara berburu secara berkelompok terus meracik makanan dengan sederhana.
Manusia purba zaman paleolitikum
Bukti kalau adanya zaman ini yaitu ditemuin fosil fosil manusia purba yang diperkirakan umurnya lebih dari 1 juta tahun yang lalu, seperti :
- Homo Wajakensis
- Meganthropus paleojavanicus
- Homo Erectus dan Homo Soliensis
Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
- Hidup berpindah-pindah atau nomaden, sebab manusianya belum memiliki tempat tinggal yang tetap. Pada waktu itu, tempat tinggal mereka yaitu padang rumput, goa, dan yang deket sama sumber air (sungai, laut, pantai, dll).
- Berkelompok kecil dengan tujuan untuk memudahkan pergerakan dalam hal mencari makan.
- Bergantung dengan alam sekitar.
1. Kepercayaan (Religi)
Salah satu kepercayaan yang di anut manusia pada zaman Paleotikum ada dua yaitu Animisme dan Dinamisme. Meskipun dua kepercayaan tersebut di anut kepercayaan mereka tetap kepada roh nenek moyang mereka.
- Animisme.
Animisme adalah suatu sistem kepercayaan manusia yang sudah dikenal pada zaman paleotikum secara khusus animisme adalah kepercayaan terhadap roh-roh yang mempunyai kekuatan ghaib. - Dinamisme.
Dinamisme merupakan suatu sistem kepercayaan yang di yakini oleh manusia purba bahwa setiap benda memiliki kekuatan yang bersifat ghaib.
2. Sistem Kemasyarakatan
Pada zaman paleolitikum manusianya hidup secara berkelompok. Kehidupan mereka bergantung kepada alam sehingga mereka tinggal diwilayah yang mempunyai banyak sumber daya alam. Mereka tinggal secara berpindah pindah disebabkan menggantungkan diri pada alam jika satu wilayah dirasa sudah tidak menghasilkan makanan maka mereka akan berpindah mencari tempat yang baru. Dalam sistem pemburuan mereka dibagi atas beberapa kelompok dan akan membagi hasil buruan secara merata. Kelompok berburu tersusun atas keluarga yang laki-laki berburu dan yang perempuan mengumpulkan makanan (meramu).
3. Sistem Pengetahuan
Masyarakat Indonesia pada masa paleotikum mengenal pengetahuan yang masih sederhana, dimana masyarakat masih menggunakan alat dari batu yang masih dikerjakan secara kasar belum diasah atau dipoles. Jika dilihat dari ciri ciri kehidupan zaman paleotikum, masyarakat hanya bertujuan mempertahankan diri dari alam.
4. Kesenian / Kebudayaan
- Kebudayaan Pacitan
Kebudayaan pacitan itu ditandai oleh ditemukannya alat batu dan kapak genggam(Penetak) di daerah Pacitan tahun 1935 Oleh Von Koenigswald. - Kebudayaan Ngandog
Kebudayaan Ngandong ditandai oleh ditemukannya alat alat yang dibuat dari tulang, alat penusuk dari tanduk rusa, dan ujung tombak bergigi di daerah Ngandong dan Sidoarjo.
5. Bahasa
Pada zaman ini , para manusia purba berkomunikasi dengan bahasa tubuh/bahasa isyarat dan juga melalui gambar ,sehingga ada penemuan yg menunjukkan bahwa terdapat lukisan pada gua.
6. Mata Pencaharian
Apabila dilihat dari mata pencahariannya, priode ini disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat sederhana. Masa paling awal dari peradaban manusia ini ditandai dengan fosil-fosil manusia purba yang dalam perhitungan ilmiah berusia 1 juta tahun yang lalu.Pada masa Paleolitik (zaman batu tua) atau Masa Berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana di Indonesia alat alat yang digunakan masih sangat sederhana. Cara hidup mereka masih berburu dan hanya mengumpulkan makanan dari hasil alam.
Alat-alat yang digunakan masih kasar dan belum diasah atau dihaluskan sama sekali dan masih sedikit jenisnya. Alat yang ditemukan antara lain perlatan dari batu yaitu kapak perimbas, kapak penetak, tatal batu, dan kapak genggam yang ditemukan hampir di semua wilayah di Indonesia.
![]() |
| Kapak Genggam |
![]() |
| Kapak Perimbas |
7. Teknologi
Di zaman paleolitikum atau zaman batu tua, kebudayaan dan teknologi menjadi sangat penting sebagai sarana untuk mempertahankan kelangsungan hidup manusia dan ini dimungkinkan oleh perkembangan evolusi otak manusia yang semakin baik.
Perkembangan teknologi pada masa paleolitik.
Tradisi Peralatan Oldowan Alat-alat zaman paleolithikum tua yang usianya paling tua terletak di Jurang Olduvai dan termasuk tradisi peralatan Oldowan (Oldowan Tool tradition).
Karakteristik tradisi alat ini merupakan alat penetak untuk segala keperluan. Cara pembuatannya adalah dengan memukul beberapa lempengan dari sebuah batu, umumnya adalah batu kali yang terbawa oleh air, dengan menggunakan batu lain sebagai alat pemukul (hammerstone), atau dengan memukulkan batu kali itu kepada sebuah batu besar untuk melepaskan kepingan-kepingan. Alat-alat Oldowan membuka kemungkinan untuk menambahkan bahan bahan makanan baru, karena tanpa alat-alat seperti itu, pada hominida hanya dapat menyantap binatang yang dapat dikuliti dengan gigi atau kuku. Oleh karena itu, makanan mereka yang berupa protein binatang, sangat terbatas. Penemuan alat penetak dan peralatan Oldowan itu bukan hanya menghasilkan penghematan tenaga dan waktu, tetapi juga membuka kesempatan untuk mendapatkan daging secara teratur.
Alat-alat Oldowan membuka kemungkinan untuk menambahkan bahan bahan makanan baru, karena tanpa alat-alat seperti itu, pada hominida hanya dapat menyantap binatang yang dapat dikuliti dengan gigi atau kuku. Oleh karena itu, makanan mereka yang berupa protein binatang, sangat terbatas. Penemuan alat penetak dan peralatan Oldowan itu bukan hanya menghasilkan penghematan tenaga dan waktu, tetapi juga membuka kesempatan untuk mendapatkan daging secara teratur.




terimakasih ini sangat membantu
ReplyDelete